Kesabaran Rasulullah ketika Diludahi
MENGGENAL Nabi Muhammad Saw lebih dalam, akan menjadikan kita bertambah mencintai rasul akhir zaman tersebut. Semua aktivitas, perilaku, ucapan dan perbuatannya menunjukkan kesempurnaan sebagai hamba Allah Swt.Sangat tepat jika, beliau menjadi hamba pilihan dan menjadi contoh bagi umat manusia. Salah satu pelajaran berharga dan yang menakjubkan adalah tingkat kesabarannya.
Seperti ketika Nabi Muhammad dibenci oleh seseorang. Kebencian dari seorang wanita tua yang berani mencerca Nabi. Bahkan setiap kali Nabi melintas di depan rumahnya, maka saat itu pula si wanita meludahkan air liurnya, "cuh,cuh,cuh.” Peristiwa itu berulangkali terjadi, bahkan hampir setiap hari.
Mendapati hal demikian, tidak terlintas dalam benak Nabi untuk membencinnya. Dia tak pernah emosi, meski berulangkali wanita tua tersebut meludahkan air liurnya. Tidak pernah sedikit pun, Nabi merasa dirinya dilecehkan atau merasa harga dirinya diremehkan.
Suatu hari, ketika Nabi lewat di depan rumahnya, si wanita tadi tak terlihat badang hidungnya. Padahal, biasanya selalu di depan rumah menunggu Nabi lewat. Nabi pun seperti "kangen" akan air ludah si wanita tadi.
Karena penasaran, Nabi lantas bertanya kepada tetangga wanita tersebut, "Wahai Fulan, tahukah engkau, dimanakah wanita pemilik rumah ini, yang setiap kali aku lewat selalu meludahiku?"
Mendengar pertanyaan Nabi Muhammad Saw, orang tersebut terlihat heran. Dalam hatinya bertanya, kenapa Nabi justru menanyakan orang yang biasanya meludai. Padahal hari itu, orang yang membencinya itu tidak lagi menunggu kedatangan Nabi untuk meludahinya.
Namun, si Fulan tak ambil peduli, oleh karenanya ia segera menjawab pertanyaan Nabi, "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa si wanita yang biasa melidahimu sudah beberapa hari terbaring sakit?" Mendengar jawaban itu, Nabi mengangguk-angguk, lantas melanjutkan perjalanan untuk ibadah di depan Ka’bah, bermunajat kepada Allah Pemberi Rahmah.
Sekembalinya dari ibadah, Nabi mampir menjenguk wanita peludah tersebut. Ketika Nabi datang, wanita itu pun ketakutan. Dia merasa bersalah, karena selama sehat selalu meludahi nabi.
Namun ketakukan itu mendadak sirna, begitu Nabi tersenyum dan mengatakan bahwa dirinya ingin menjenguk wanita yang sedang sakit tesebut .
Mendapat penjelasan Nabi, hatinya pun menangis. "Duhai Muhammad, betapa luhur budimu. Kendati tiap hari aku ludahi, justru engkaulah orang kali pertama yang menjengukku. Sementara saudara-saudaraku tak ada yang datang."
Dengan menitikan air mata haru bahagia, si wanita bertanya, "Wahai Muhammad, kenapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?"
Nabi menjawab, "Aku yakin, engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau mengetahuinya, aku yakin engkau tak akan lagi melakukannya."
Mendengar ucapan bijak dari utusan Allah Swt ini, si wanita menangis. Dadanya sesak, tenggorokannya serasa tersekat. Lantas, setelah mengatur nafas akhirnya ia dapat bicara lepas. "Wahai Muhammad mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu." Lantas si wanita mengikrarkan dua kalimat syahadat di hadapan Nabi Muhammad Saw. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar